"Bangunannya udah dimakan usia," ujarnya.
Meski begitu, ada pengunjung yang justru meminta tampilan tersebut dipertahankan. Bahkan, kata Rosidi, sejumlah anak muda sengaja datang untuk berfoto dengan latar bangunan tua tersebut.
"Pesannya sampai sekarang tuh kalau ketemu, 'Bang, jangan dicat, ya'" katanya.
Rosidi menyebut bangunan di sekitar stadion awalnya memiliki warna hijau dan kuning. Warna tersebut semakin memperkuat kesan yang disebut pengunjung mirip Brasil.
"Itu aslinya hijau kuning kayak Brasil. Betul, hijau-kuning kayak Brasil," ujarnya.
Selain digunakan untuk berolahraga, Stadion Taman Sari juga mulai dimanfaatkan sebagai lokasi berfoto. Anak muda hingga mahasiswa telah cukup lama datang untuk mengabadikan gambar di lokasi tersebut.
Bahkan, belum lama ini ada enam anak muda dari Depok yang datang khusus untuk melakukan pemotretan.
"Ada. Belum lama ada tuh yang anak-anak muda, berapa enam orang dari Depok. Kayak photoshoot gitu. Foto doang," jelasnya.
Untuk sekadar berfoto menggunakan ponsel, pengunjung tidak dikenakan biaya khusus. Namun, untuk kegiatan komersial, pengunjung perlu mengikuti ketentuan yang berlaku.
Stadion Taman Sari juga pernah menjadi salah satu titik yang dikunjungi rombongan tur. Lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan bersejarah seperti Kota Tua dan kawasan Gajah Mada membuat tempat ini turut dilirik dalam rute wisata.
Pengelola Stadion Taman Sari, Jakarta Barat, mengkaji kemungkinan penambahan jam operasional stadion. Warga pun diminta isi kuesioner untuk memberi masukan kepada pengelola.
Koordinator Fasilitas Stadion Taman Sari Vicky, mengatakan kajian tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari masyarakat. Saat ini, pihaknya tengah menyebarkan kuesioner untuk mengetahui kebutuhan dan antusiasme warga terhadap penambahan jam operasional.
"Ini sedang berproses saya share kuesioner ke masyarakat terkait penting atau urgensi penambahan jam operasional Stadion Taman Sari," kata Vicky saat dihubungi, Jumat (19/9/2026).