Dia berterima kasih atas bantuan yang diberikan Kementerian Imipas pada pegawainya, terkhusus yang sudah mengidap ISPA di Kotawaringin Barat. "Alhamdulillah, terima kasih sudah diberikan bantuan kepada pegawai Imigrasi Kelas III Kotawaringin Barat," tutur dia.

Menteri Agus kemudian menanyakan kondisi dua anak dari petugas Imigrasi Kotawaringin Barat yang terkena ISPA tersebut. Perwakilan Ditjen Imigrasi Kalteng itu kemudian menjawab bahwa kedua anak mendapat pengobatan di puskesmas.

"Sudah baikan (kondisi) mereka? Kondisinya seperti apa saat ini? Kalau penanganan dari puskesmas apakah cukup efektif untuk menangani kasus itu? Penanganan oleh puskesmas apakah sudah cukup untuk memberikan penanganan kepada keluarga kita yang mengalami musibah?" tanya Menteri Agus lebih dalam.

"Tetap ada kontrol dan pengawasan dari tenaga kesehatan untuk anggota keluarga yang terkena ISPA, Bapak. Sekarang masih rawat jalan, Bapak," jawab pria yang menjabat sebagai kepala bidang tersebut.

Menteri Agus menegaskan apabila pegawai dan keluarga pegawai memerlukan pengobatan lebih serius, maka dipersilakan untuk mendatangi RS Bhayangkara Kota Palangka Raya. Menteri Agus akan memfasilitas dengan berkoordinasi ke Kapolda Kalteng.

"Kalau perlu mendapatkan bantuan perawatan yang lebih baik, mungkin bisa dibawa ke RS Bhayangkara Polda. Kebetulan saya kenal juga dengan Kapoldanya. Supaya keluarga di sana yang mengalami musibah bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik. Jadi tolong Pak Kabid koordinasi dengan Pak Dirjen atau Kepala BPSDM," terang Menteri Agus.

Menteri Agus kemudian bertanya soal kebutuhan masker, selanjutnya menyapa seorang anak yang sedang ikut serta dalam layer video call.

"Itu siapa namanya?" tanya Menteri Agus kepada anak perempuan yang ada di layer video.