Penelusuran ilmiah dimulai pada 1977 ketika tim Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional melakukan survei awal. Sejumlah situs kemudian diidentifikasi sebagai bagian dari dokumentasi ilmiah gambar cadas di Pulau Muna. tim redaksi FOTO/Andry Denisah
Juru pelihara kawasan cagar budaya Liang Kabori, La Ode Samada (58), mengatakan pada awal penelusuran hanya sembilan gua yang teridentifikasi. Kini jumlahnya mencapai 66 gua dan masih berpotensi bertambah. tim redaksi FOTO/Andry Denisah
Salah satu situs penting adalah Liang Metanduno. Pada 21 Januari 2026, jurnal Nature menerbitkan penelitian kolaborasi peneliti Indonesia dan Australia yang mengungkap usia minimum sebuah cap tangan di gua tersebut mencapai 67.800 tahun. tim redaksi FOTO/Andry Denisah
Penanggalan dilakukan menggunakan metode laser-ablation uranium-series (LA-U-series) dengan menganalisis lapisan kalsit yang terbentuk di atas gambar cadas. Temuan itu menjadikan Liang Metanduno sebagai lokasi seni cadas nonfiguratif tertua yang diketahui dan dapat diberi batas usia minimum secara ilmiah. tim redaksi FOTO/Andry Denisah
Guinness World Records kemudian mencatat Liang Metanduno sebagai lokasi seni lukis cadas nonfiguratif tertua di dunia. Di balik cap tangan sederhana itu tersimpan pertanyaan tentang kemampuan manusia masa lalu membuat tanda dan berkomunikasi melalui simbol. tim redaksi FOTO/Andry Denisah