Jalan yang juga dilintasi oleh kendaraan membuat mereka harus menyesuaikan diri saat akan melakukan atraksi.

Sambil diiringi musik, beberapa atraksi yang ditonjolkan mulai dari menyemburkan api, bermain pecut hingga memakan api. Hal ini cukup menarik perhatian warga.

Kesenian kuda lumping atau jaranan ini dibawa ke Bekasi sejak tahun 1990, sebelum turun ke jalanan mereka sebelumnya kerap melakukan atraksinya di Kawasan Kota Tua, Jakarta.

Usai direvitalisasi, kini mereka harus menawarkan pertunjukan kesenian kepada event-event yang berkaitan dengan kesenian.

Bagi Iwan dan keluarga, melestarikan kesenian hingga turun ke jalan menjadi warisan yang harus diperkenalkan kepada publik agar tidak punah ditinggalkan zaman.