"Mudah-mudahan kerja sama tim redaksi pemerintah, komunitas, serta para penggiat seni, budaya, dan cagar budaya ini bisa berjalan lancar dan sukses," tuturnya.
Pamong Budaya Disbudpora Kabupaten Sukabumi Gerry Mulyawan Hidayat mengungkapkan, Gunung Tangkil bukan kawasan yang sama sekali belum tersentuh penelitian.
Kawasan tersebut sebelumnya telah beberapa kali diteliti oleh tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat, hingga Yayasan Alfath Sukabumi.
"Berdasarkan laporan penelitian sebelumnya, di sana terdapat struktur batuan yang menyerupai punden berundak seperti di Situs Pangguyangan, serta temuan beberapa arca. Mengingat cakupan areanya yang sangat luas, tentu butuh pemetaan dan penelitian keilmuan arkeologi lebih lanjut," kata Gerry.
Temuan struktur batuan tersebut semakin memperkuat alasan agar kawasan Gunung Tangkil tidak diperlakukan sembarangan. Apalagi, sejumlah formasi batuan di lokasi disebut memiliki kemiripan dengan situs megalitikum lain di Jawa Barat, seperti Gunung Padang di Cianjur dan Tugu Gede Cengkuk di Cikakak.