Teknik itu dikembangkannya setelah mengalami kecelakaan pada 2017 yang mengakibatkan salah satu tangannya harus diamputasi.

Sebelum kecelakaan tersebut, Kholidin telah mengenal olahraga panahan sejak 2016. Kehilangan satu tangan tidak membuatnya meninggalkan olahraga yang baru setahun ditekuninya itu.

Ia kembali mencoba memanah menggunakan gigi tidak lama setelah kecelakaan. Sejak saat itu, pengulangan gerakan menjadi bagian penting untuk mempertahankan ketepatan bidikannya.

Ketekunan tersebut kembali membuahkan hasil pada Asian Para Games 2026.