NADIKABAR.COM — Tiga hari mungkin bukan waktu yang lama bagi sebagian orang. Namun, bagi atlet para panahan Indonesia Kholidin, tiga hari tanpa menarik tali busur sudah cukup untuk membuat sesuatu yang selama bertahun-tahun dilatihnya mulai berubah.
Sesuatu itu adalah feel, kepekaan yang membantunya menentukan ketepatan setiap bidikan menuju sasaran.
"Kalau panahan itu paling cepat tiga hari, paling lama seminggu kalau kita enggak gunakan, itu feel-nya berubah. Makanya saya harus melatih, mengulang-ulang terus biar jangan sampai feel-nya hilang," kata Kholidin ketika ditemui seusai pertandingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Okazaki, Jepang, Sabtu.
Bagi pemanah kelahiran 1977 tersebut, menjaga kepekaan bukan perkara sederhana. Ia memegang busur menggunakan satu tangan, sedangkan tali busur ditarik dan dilepaskan menggunakan gigi dengan bantuan alat khusus.