NADIKABAR.COM — Perahu wisata bergerak perlahan membelah permukaan Sungai Maron yang tenang, meninggalkan riak kecil di atas air berwarna hijau kebiruan yang memantulkan cahaya matahari di sela rimbunnya pepohonan di sepanjang tepian.
Dari atas perahu, hamparan pohon kelapa tampak tumbuh rapat mengikuti aliran sungai, sementara tebing-tebing karst berdiri di beberapa sisi membentuk lorong alami yang membuat perjalanan menyusuri sungai terasa memasuki kawasan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Suara mesin perahu memecah kesunyian, disusul sapaan warga atau percakapan wisatawan yang menikmati perjalanan menyusuri sungai sepanjang sekitar empat kilometer tersebut, sebelum kembali tenggelam dalam suara air yang bergerak mengikuti laju perahu.