Perubahan Sungai Maron tidak berlangsung dalam semalam karena masyarakat secara bertahap belajar mengelola potensi wisata yang sebelumnya belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi.

Sejumlah warga kemudian mengambil peran sebagai pengemudi perahu, pengelola wisata, pelaku UMKM, petani, anggota kelompok perempuan, hingga penggerak kegiatan lingkungan, sehingga manfaat ekonomi dari keberadaan Sungai Maron mulai menyebar ke lebih banyak rumah tangga.