NADIKABAR.COM — Rasa sakit tidak selalu serta-merta mendorong seseorang untuk berobat ke rumah sakit. Ada yang memilih bertahan karena enggan menjadi beban keluarga, ada yang awam terhadap alur pelayanan medis, dan ada pula yang telah menjalani pemeriksaan, tetapi masih harus menunggu kepastian penanganan.
Dalam situasi seperti itu, penanganan kesehatan bukan lagi sebatas urusan dokter dan obat-obatan. Kepedulian lingkungan sekitar, efisiensi birokrasi, serta ketepatan sistem rujukan turut menentukan keselamatan seseorang.
Kisah Dian, seorang penyandang disabilitas di Kota Surabaya, Jawa Timur, memperlihatkan persoalan tersebut secara nyata. Ia mengalami keluhan pada bagian perut, tetapi enggan menceritakan kondisinya kepada orang tua karena khawatir menjadi beban bagi ibunya.
Setelah keluhannya memburuk dan berat badannya terus menurun, pemeriksaan berlanjut dari Puskesmas ke rumah sakit hingga akhirnya diketahui bahwa ia mengalami kanker ganas.
Namun, perjalanan menuju tindakan medis tidak berlangsung singkat. Selama sekitar empat bulan, tindakan operasi yang dibutuhkan belum terlaksana.