Dia menyebutkan, selain ditempelkan di packaging, label gizi juga disertakan di menunya.
Bagi pengusaha kecil yang mau menerapkan Nutri-level, pihaknya memfasilitasi melalui aplikasi secara daring. Hal tersebut diberikan mengingat beban pembiayaan dari tes laboratorium.
Cara tersebut, katanya, diadopsi dari Singapura. Budi menyebutkan, pengajuan itu layaknya pelaporan pajak yang bisa dilakukan secara mandiri.
"Jadi teman-teman saya kirim ke Singapura, oh ternyata Singapura punya self-declare. Jadi lapor sendiri. Cuma dikasih guidance-nya. Kalau lapor sendiri masuk website sini, pemanisnya pakai apa? Pakai gula merah atau gula pasir, atau pakai gula yang lain, kalau pakai sirup, kemudian masukin gulanya berapa, terus aja tinggal klik, nanti keluar sendiri. Nutri levelnya apa," katanya.