Untuk menutup celah legitimasi teknis, Dicky menyarankan agar BGS nantinya ditopang oleh tim pakar yang solid, seperti penguatan peran Chief Scientist Officer (CSO). Hal ini penting untuk menjaga wibawa ilmiah WHO di mata dunia.

Dicky menilai latar belakang non-medis BGS sebenarnya tetap relevan jika diletakkan pada fungsi yang tepat. Kursi puncak WHO membutuhkan arah kebijakan strategis dan diplomasi, sedangkan urusan teknis medis diserahkan kepada jajaran ahli.

"Jadi kalau ditanya relevan atau tidak, keduanya relevan tapi untuk fungsi berbeda. Legitimasi teknis itu butuh tim atau CSO yang kuat, sementara Dirjen fokus pada arah kebijakan dan diplomasi global," tutupnya.