"Jawa Barat tuh termasuk yang paling tinggi angkanya. Dan itu jadi di rumah sakit paripurna. Ada tiga kota, tiga kabupaten di Jawa Barat yang paling tinggi," ujarnya.

"Meninggalnya kemudian dia masuk, perdarahan, terusnya 3 hari, 4 hari kemudian infeksi dan meninggal. Itu sudah pasti manajemen infeksinya tidak bagus," jelasnya.

Kementerian Kesehatan, kata Menkes, telah mendata rumah sakit dengan angka kematian ibu dan bayi yang tinggi. Rumah sakit tersebut nantinya akan mendapatkan pendampingan untuk melakukan perbaikan.