Angka itu berada dalam rentang target pemerintah di kisaran 2,5 plus minus 1 persen.
Inflasi terutama dipengaruhi oleh komponen harga bergejolak (volatile food) sebesar 5,03 persen. Sementara inflasi harga diatur pemerintah (administered price) mencapai 3,25 persen (yoy) dan inflasi inti (core inflation) 2,84 persen (yoy).
Suahasil menyebut pergerakan positif itu diharapkan dapat memberikan sinyal harapan bagi dunia usaha untuk melanjutkan proses produksi.
βBersama-sama dengan PMI melanjutkan proses produksi, memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak, menumbuhkan ekonomi,β katanya menambahkan.
Tren positif juga terlihat pada sisi neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 yang mencatat surplus 3,35 miliar dolar AS.