Kinerja tersebut ditopang oleh ekspor yang tumbuh 6,72 persen (yoy) yang berlangsung di tengah kenaikan harga komoditas internasional dan ekspansi manufaktur sejumlah mitra dagang utama.

Sementara impor tercatat mencapai 23,26 miliar dolar AS (19,09 persen yoy), dengan peningkatan terutama berasal dari bahan baku/penolong, disertai kenaikan impor barang modal, yang mengindikasikan berlanjutnya aktivitas produksi dan investasi di dalam negeri.

Secara kumulatif, pada Januari–Agustus 2026 surplus mencapai 7,25 miliar dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan nilai ekspor sebesar 4,74 persen (cumulative-to-cumulative/ctc) seiring dengan kenaikan impor sebesar 19,84 persen (ctc).

Menkeu Suahasil juga menyinggung perluasan underlying operasi moneter Bank Indonesia. Obligasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF kini dapat digunakan dalam operasi repo dengan Bank Indonesia.

β€œIni akan menggulirkan perekonomian ke depan, dan ini adalah fundamental yang baik untuk perekonomian kita ke depan,” tuturnya.