AHY juga mengingatkan bahwa Indonesia piawai dalam menjalankan diplomasi. "Foreign policy kita bebas aktif, tentu kita sudah sangat menyadari betapa pentingnya bebas aktif ini, ditunjukkan dengan hadirnya pemimpin kita dan para diplomat kita di berbagai forum multinasional, multilateral. Di PBB, di BRICS, di G20, OKI, ASEAN, termasuk World Economic Forum," ujarnya.
Menurut AHY, hal tersebut harus dijalankan dengan empat prinsip yang kokoh, yaitu memastikan kedaulatan negara diutamakan, memperluas kemitraan, memperkuat pengaruh di dunia, dan mendatangkan dampak yang riil bagi masyarakat.Dia lalu menyimpulkan bahwa Indonesia harus menjadi kekuatan menengah ("middle power") yang memiliki pengaruh, mengingat "Indonesia punya sumber daya alam yang besar, penduduk yang besar, posisi strategis, diplomasi yang piawai." Namun, semua hal itu pada akhirnya, menurut AHY, kembali pada semboyan komunitas hubungan internasional, yakni foreign policy begins at home, everything begins at home.
"Jadi sebelum kita memproyeksikan diri kita ke luar, sebelum kita ingin menghadirkan policy atau foreign policy dan diplomasi yang efektif, terlebih dahulu selesaikan masalah rumah tangga kita. Our domestic issues, kita harus selesaikan dulu dengan kebijakan dengan segala upaya terbaik kita," tuturnya.