Menurut Airlangga, kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap biaya pendanaan (cost of financing).

Ia mencontohkan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang terakhir tercatat sebesar 7,21 persen.

“Jadi tantangan ke depan ini akan semakin besar, padahal kita juga perlu melihat bahwa untuk tumbuh 8 persen, investasi kita harus besar,” ujarnya.

Di tengah situasi eksternal tersebut, Airlangga menyampaikan perekonomian Indonesia masih menunjukkan sejumlah indikator yang relatif terjaga.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen, sedangkan inflasi sebesar 3,29 persen masih berada dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus satu persen.