Sebelumnya, beredar narasi di media sosial yang menyebutkan penyebab utama kelangkaan BBM di Bali karena adanya pemangkasan kuota Pertalite di atas 50 persen.

Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara, kuota Pertalite pada 2026 untuk Bali mencapai 764.106.000 liter.

Hingga September 2026, sudah terealisasi 560.869.000 liter atau 73,4 persen.

Sedangkan solar kuota 2026 di Bali mencapai 251.558.000 liter dengan realisasi mencapai 183.175.000 liter atau 72,8 persen.