NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong penguatan kerja sama strategis Indonesia–Swiss untuk mendukung agenda ketahanan air, ketahanan energi, serta konektivitas nasional.
“Kami melihat potensi kerja sama yang besar dalam tiga bidang, yaitu pengelolaan air dan air limbah secara terpadu; hydropower, penyimpanan energi dan penguatan sistem energi; serta transportasi dan infrastruktur perkotaan yang rendah karbon dan tangguh,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kerja sama di sektor air perlu diarahkan tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada penguatan kebijakan, tata kelola, pembiayaan, kapasitas kelembagaan, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Ketahanan air menjadi salah satu tema utama dalam kunjungan saya. Kami ingin melihat bagaimana pengalaman Swiss dalam riset dan teknologi, tata kelola, operasional, pembiayaan, serta sumber daya manusia dapat memperkuat kerja sama kedua negara,” katanya.
Di sektor konektivitas, Menko AHY juga mendorong penguatan kerja sama pada infrastruktur transportasi rendah karbon dan tangguh.
Pengalaman Swiss dalam integrasi sistem transportasi dan pengelolaan infrastruktur diharapkan dapat membuka ruang kemitraan yang relevan dengan agenda konektivitas Indonesia, termasuk pengembangan jaringan kereta api nasional seperti Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi.
“Indonesia menyambut baik investasi Swiss yang berkualitas dan berjangka panjang. Kami berkomitmen pada lingkungan investasi yang terbuka, transparan, dan dapat diprediksi, serta siap memfasilitasi dialog antara mitra Swiss dengan institusi dan badan usaha terkait di Indonesia,” ujar AHY.
AHY melakukan pertemuan dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di Bern, Swiss. Presiden Parmelin menyambut positif arah kerja sama tersebut dan menyampaikan kesiapan Swiss untuk mendukung penjajakan lebih lanjut pada sektor-sektor pembangunan strategis.
AHY berharap pembicaraan bilateral tersebut dapat diterjemahkan menjadi sejumlah inisiatif prioritas, focal point yang jelas, serta mekanisme tindak lanjut yang konkret antara Indonesia dan Swiss.