NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, Mandaya Awards 2026 menjadi titik untuk perubahan paradigma dari bantuan menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan, guna membangun kemandirian masyarakat agar kemiskinan bisa dientaskan.
Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) meraih penghargaan Mandaya Award 2026 melalui program Multi-Stakeholder Forum (MSF) Pengentasan Kemiskinan. Menurutnya, MSF dinilai berhasil menggeser pengembangan program sosial dari karitatif dan terfragmentasi menuju dampak kolektif yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada kemandirian masyarakat desa.
"Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya besarnya bantuan sosial, tetapi meningkatnya kemandirian dan martabat masyarakat, serta kemampuan masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan berkelanjutan," kata menteri yang akrab disapa Cak Imin itu, di Jakarta, Selasa.
Dengan menyasar enam kelompok penerima, mulai dari pemerintah daerah, desa, badan usaha, perguruan tinggi, pesantren, hingga penggerak masyarakat, Mandaya Awards diharapkan mendorong gerakan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan berkelanjutan guna mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
MSF terpilih karena dinilai memiliki arsitektur kolaborasi yang solid sebagai "aliansi beragam asosiasi". MSF bukan forum biasa, melainkan koalisi strategis yang menyatukan PFI, Forum Zakat (FOZ), Humanitarian Forum Indonesia (HFI), PISAgro, dan Indonesia Global Compact Network (IGCN).