Bersama-sama, mereka membentuk jaringan kemitraan yang mencakup lebih dari 700 lembaga anggota dan mitra lintas sektor yang tersebar di seluruh Indonesia.
Melalui pendekatan Collective Impact, MSF mendorong transformasi dari bantuan karitatif jangka pendek menjadi upaya pemberdayaan transformasional yang menumbuhkan kapasitas, akses, dan kelembagaan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan dan berkeadilan.
Senada, Ketua Badan Pengurus Filantropi Indonesia Rizal Algamar menyatakan bahwa penghargaan bergengsi ini adalah milik seluruh ekosistem MSF.
"MSF hadir untuk memastikan setiap rupiah dari bantuan memberikan dampak kolektif yang maksimal bagi masyarakat," kata Rizal.
Menurutnya, pembangunan desa yang berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan fisik semata. Karenanya, MSF menekankan pentingnya integrasi tiga pilar utama dalam setiap intervensi, yakni Perspective, People, dan Policy.