NADIKABAR.COM β Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menilai pengembangan komoditas kopi di Pesan Trend Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
βDi sini kita melihat bagaimana potensi lokal bisa menjadi sumber pemberdayaan. Bukan hanya menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk mengolah, meningkatkan nilai tambah, dan mendapatkan manfaat yang lebih besar,β ujarnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Ia mengatakan potensi tersebut dapat dikembangkan melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan, pengemasan, hingga perluasan akses pasar sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Perkebunan kopi Arabika di kawasan Pesan Trend saat ini memiliki luas sekitar 12,7 hektare dan ditambah sekitar 2 hektare lahan baru yang dikelola bersama Kelompok Tani Putra Manglayang.
Kelompok tani tersebut beranggotakan 31 orang dengan produksi kopi pada 2026 mencapai sekitar 50 ton.
Dari produksi tersebut, sekitar 14 ton telah diserap untuk diolah menjadi berbagai produk, sedangkan sebagian lainnya masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Muhaimin mengatakan pengembangan pengolahan kopi dapat menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat karena membuka ruang bagi peningkatan keterampilan sekaligus penciptaan nilai ekonomi dari potensi lokal.
Menurut dia, masyarakat perlu mendapatkan akses, pendampingan, dan kolaborasi agar kemampuan yang telah dimiliki dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
βPemberdayaan itu bukan membuat masyarakat bergantung, tetapi membuat masyarakat punya kemampuan untuk berdiri sendiri,β katanya.
Selain kopi, Pesan Trend mengembangkan pertanian berkelanjutan, budidaya maggot, dan pengolahan limbah menjadi kompos yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengenali potensi lokal sekaligus mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian masyarakat.
Muhaimin menilai model pengembangan potensi lokal seperti di Pesan Trend dapat menjadi contoh bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan menggabungkan pendidikan, keterampilan, dan kegiatan produktif.
Ia berharap pengembangan tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi sehingga potensi kopi dan berbagai komoditas lokal lainnya dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat.