Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, asosiasi, dan platform digital untuk memastikan UMKM tidak hanya memperoleh akses pasar, tetapi juga pendampingan agar kapasitas dan daya saing usahanya meningkat.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Muhaimin mendorong tindak lanjut peluang kerja sama Kemenko PM dengan idEA serta para pelaku platform digital.

Salah satu bentuk kolaborasi yang didorong adalah memperluas pemasaran produk UMKM yang dibina kementerian di bawah koordinasi Kemenko PM, di antaranya Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Harbolnas 2026.

Sementara, Wakil Ketua Umum idEA Syarif Hidayatullah menyampaikan Harbolnas 2025 mencatat transaksi sebesar Rp36,4 triliun, melampaui target Rp33 triliun - 34 triliun. Selain itu, total transaksi tumbuh 17 persen, dengan transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari keseluruhan transaksi.