"Kita ingin Sekolah Rakyat ini menjadi model pendidikan yang memberikan kualitas sesuai potensi dirinya, sesuai dengan apa yang menjadi harapan anak-anak didik kita," ucapnya.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada penyeragaman. Pendidikan harus mampu menjawab perubahan zaman dan menghargai keragaman kemampuan peserta didik.
"Sekolah Rakyat bukan hanya menginspirasi pola pendidikan di Sekolah Rakyat, tetapi juga menginspirasi tata kelola pendidikan kita pada umumnya," tuturnya.
Lebih jauh, Muhaimin menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari politik pemberdayaan. Hal ini harus menjadi arah kebijakan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan secara konkret.
"Inilah bukti bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari politik pemberdayaan kita, di mana salah satu upaya pemberdayaan adalah upaya penanggulangan kemiskinan," tegasnya.
Muhaimin pun menekankan pentingnya politik anggaran yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan," ujarnya.
Ia mengingatkan jajaran pemerintah agar menjadikan anggaran negara sebagai instrumen meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penggunaannya harus efektif, fungsional, dan mampu mempercepat terwujudnya masyarakat yang mandiri.
"Indonesia yang berdiri kokoh di atas kaki kita sendiri, Indonesia yang kuat dan tangguh di atas kaki rakyatnya sendiri," kata Muhaimin.