NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pangan RI (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan serangkaian pertemuan bilateral strategis di Uzbekistan untuk memperkuat kerja sama ketahanan pangan, perdagangan dan investasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam transformasi ekonomi hijau dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Pertemuan berlangsung dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Uzbekistan Bidang Investasi, Industri dan Perdagangan Jamshid Khodjaev serta Ketua Komite Nasional Ekologi dan Perubahan Iklim Uzbekistan yang juga Penasihat Presiden Bidang Lingkungan Hidup, Aziz Abdukhakimov.

Dalam pertemuan dengan Wakil PM Uzbekistan Bidang Investasi, Industri dan Perdagangan Jamshid Khodjaev, Zulhas menyampaikan perkembangan ketahanan pangan Indonesia.

Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, tidak lagi mengimpor beras sejak 2025, serta mencatat kenaikan produksi beras 13,54% dan jagung 9,34%. Cadangan beras pemerintah mencapai 4.579.788 ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi. Kedua pihak membahas peluang perdagangan produk pertanian, termasuk potensi pasokan buah kering dari Uzbekistan ke pasar Indonesia dengan tetap memenuhi persyaratan keamanan pangan.

Penguatan hubungan ekonomi juga didukung proses negosiasi Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IU-FTA) yang diluncurkan pada 2 Maret 2026. Sebagai tindak lanjut konkret, Zulhas dan Khodjaev sepakat akan membentuk Intergovernmental Joint Committee Indonesia-Uzbekistan.