Pertama, sebagai komoditi yang menjamin pangan (Securing Food) karena kelapa bukan lagi sekadar komoditas perkebunan mentah, melainkan sumber nutrisi dan hidrasi yang krusial.
Di tengah perubahan preferensi konsumen, diversifikasi produk turunan seperti air kelapa, krim kelapa, hingga virgin coconut oil (VCO) menjadi andalan pemenuhan pangan global. Dan saat ini, pasar global untuk minuman siap saji berbasis kelapa mengalami pertumbuhan pesat.
Kedua, sebagai sumber energi terbarukan (Securing Energy) dimana bagian limbah kelapa seperti sabut (coconut husk), batok (coconut shell), dan kayu kelapa tua dimanfaatkan sebagai bahan baku energi hijau terbarukan.
Kelapa diintegrasikan ke dalam pengembangan biofuel generasi kedua, briket, serta biochar yang mampu menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Ketiga, sebagai penopang Penghidupan (Securing Livelihoods) dimana βββββββindustri kelapa menjadi pilar ekonomi dan lapangan kerja bagi jutaan petani kecil di wilayah tropis.
Melalui program hilirisasi komoditas, negara produsen seperti Indonesia yang memproduksi sekitar 2,1 juta ton kelapa per tahun, berfokus mengolah produk di dalam negeri agar memberikan nilai tambah ekonomi langsung yang jauh lebih besar bagi kesejahteraan para petani lokal.