Dia juga menekankan bahwa sektor pertanian dan pangan memegang peranan yang sangat penting bagi kedaulatan bangsa. Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, sektor pangan nasional harus diarahkan menuju swasembada.
"Swasembada pangan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dalam negeri, melainkan menyangkut kehormatan bangsa dan seluruh unsur pemerintahan, mulai dari kepala daerah hingga jajaran TNI dan Polri," kata Zulhas.
Ia mengatakan Indonesia sebelumnya masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam jumlah besar, seperti impor beras sebanyak 4,5 juta ton, gula 6 juta ton, gandum 13 juta ton, serta jutaan ton kedelai pada tahun 2024.
Tingginya angka impor tersebut, lanjutnya, secara tidak langsung memberikan kemakmuran kepada petani di negara lain, sementara petani lokal tertinggal dan masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4.
"Kalau dia tidak diberi bantuan beras dan bantuan tunai, dia tidak bisa menyekolahkan anaknya. Padahal, ada 160 juta petani dan nelayan kata Menteri Pertanian. Kalau ada gangguan terhadap Indonesia, mereka duluan yang maju. Masa kita tidak perhatikan," ujar dia.