Selain itu, ia mengatakan pada 2025 lalu sektor pertanian nasional telah menunjukkan pencapaian yang baik, dan tahun ini diyakini akan menjadi lebih baik lagi. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Bank Dunia, Nilai Tukar Petani (NTP) dilaporkan telah mengalami kenaikan dari 116 menjadi 129 persen
Kenaikan tersebut, kata dia, mencerminkan peningkatan kesejahteraan di mana para petani padi dan jagung kini dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka hingga memiliki daya beli yang lebih baik.
"Dengan kesejahteraan yang meningkat, petani diharapkan akan menjadi lebih kreatif dan produktif," katanya menambahkan.
Ia juga menyoroti pentingnya modernisasi sektor pertanian melalui mekanisasi dan efisiensi teknologi, seperti penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta teknik pemupukan yang lebih modern.
Penggunaan teknologi dan mekanisasi yang masif di negara-negara produsen pangan lain, menurut dia, menjadi tantangan sekaligus acuan bagi Indonesia untuk terus mengejar ketertinggalan guna mewujudkan efisiensi dan produktivitas pertanian yang berdaya saing tinggi.