Sementara pada sektor persampahan, investasi diarahkan pada fasilitas pengolahan yang dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi maupun nilai ekonomi lainnya.
Adapun di sektor kelautan, investasi hijau diarahkan untuk mendukung pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, termasuk melalui pengembangan potensi karbon biru.
Pemerintah menilai kemitraan dengan investor diperlukan untuk mempertemukan kebutuhan pembiayaan aksi iklim dengan proyek yang dapat dijalankan di lapangan sekaligus mendukung penurunan emisi, meningkatkan produksi pangan, memberi manfaat bagi petani dan nelayan, serta membantu menyelesaikan persoalan sampah.
Menko Pangan juga menekankan bahwa aksi iklim perlu diterjemahkan menjadi proyek nyata yang memiliki lokasi, pelaksana, kebutuhan pendanaan, ukuran keberhasilan, serta manfaat bagi masyarakat.
Dalam pidato bertema "Indonesiaβs Food System Transformation", Menko Pangan memaparkan perkembangan sektor pangan Indonesia serta agenda untuk menjaga keberlanjutannya.
Pertemuan di New York, Amerika serikat tersebut juga dimanfaatkan pemerintah untuk mengajak pelaku usaha global menjajaki kerja sama yang menghubungkan ketahanan pangan, penurunan emisi, dan investasi hijau.