NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggandeng para pelaku industri untuk menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berupa pengiriman masker dan air bersih.

"Kita juga menyampaikan bersama-sama akan bahu membahu berpartisipasi di dalam mengatasi kebakaran hutan," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar usai rapat koordinasi dengan Wamen Perindustrian di Jakarta, Jumat.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah menggalang bantuan berupa pemberian masker dan air bersih.

"Kita akan menggalang pengiriman masker dan air bersih untuk masyarakat, yang selama ini juga kita lakukan," kata Muhaimin Iskandar.

Bantuan akan disalurkan ke sejumlah daerah terdampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyebut tingkat keparahan dampak karhutla terhadap kesehatan dapat terlihat dari tingginya angka kasus yang tercatat hingga pertengahan Oktober.

"Berdasarkan data hingga 12 Oktober 2026, tercatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif, dengan 62.400 kasus diantaranya pada rentang usia 0-5 tahun," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati.

Dia menyebutkan pantauan kualitas udara di lapangan menunjukkan ancaman serius bagi kondisi kesehatan masyarakat.

Sebanyak 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai, yakni 13 daerah berada pada kategori berbahaya, 11 daerah pada kategori sangat tidak sehat, dan 13 daerah lainnya masuk dalam kategori tidak sehat.