NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar memperkuat sinergi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.
"Bicara pengentasan kemiskinan, ada dua hal strategis yang harus kita dorong bersama. Pertama, memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Kedua, mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan, supaya masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan, tetapi bisa mandiri dan menjadi pelaku ekonomi," kata Menko Muhaimin di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, pendidikan harus menjadi jalan menuju kemandirian.
Oleh karena itu, kurikulum pendidikan menengah dan vokasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan memiliki keterampilan yang relevan.
Muhaimin juga mendorong penguatan program SMK Global untuk mempersiapkan para lulusan bekerja di luar negeri melalui pelatihan kompetensi dan kemudahan akses pasar kerja.
Di sektor ekonomi, Kemenko PM mendorong penciptaan 10 juta pengusaha baru serta peningkatan kelas UMKM.
Pemberdayaan UMKM didorong agar mampu menyelesaikan persoalan dari hulu hingga hilir.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas kementerian agar potensi usaha masyarakat dapat tumbuh menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Pihaknya pun mendorong optimalisasi aset BUMN yang belum dimanfaatkan untuk membuka ruang usaha dan pemasaran bagi UMKM.
Fasilitas tersebut dapat dikembangkan menjadi pasar rakyat maupun ruang promosi produk lokal.
Sementara Menko PMK Sugiono menyambut baik penguatan sinergi kedua pihak.
Ia menegaskan bahwa Kemenko PM dan Kemenko PMK memiliki tujuan yang sejalan dalam mendukung agenda prioritas Presiden, terutama pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan.
"Dua kementerian koordinator kita ini bergerak dalam satu tarikan napas. Tujuan besarnya sama, yaitu menghilangkan kemiskinan dan kelaparan. Karena itu, tentu dibutuhkan sinergi dan saling mendukung agar program-program pemerintah bisa berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Sugiono.
Melalui kolaborasi ini, pihaknya mendorong pemberdayaan sebagai strategi berkelanjutan untuk memutus rantai kemiskinan.
"Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan usaha, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mengantarkan lebih banyak keluarga menuju kemandirian dan kesejahteraan," katanya.