“RRI sudah punya panggung di banyak kota. Tugas pemerintah adalah mengisi panggung itu dengan program yang menyentuh langsung ekonomi warga. Pemberdayaan harus hadir di tempat masyarakat berada, bukan hanya di kota-kota besar,” ucap Cak Imin.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan proses kurasi menjadi bagian penting dalam program 1001 Pasar Rakyat agar pelaku usaha yang terlibat memiliki kesiapan memperluas pasar.

“Panggungnya sudah disiapkan RRI. Yang kami bawa adalah isinya, pelaku usaha yang sudah dikurasi dan didampingi. Jadi kita tidak sekadar membuat bazar, tetapi menjahit ekosistem agar pelaku usaha punya akses pasar,” ujar Leontinus.

Selain menyediakan ruang pemasaran langsung, Kemenko PM menghadirkan workshop optimalisasi media sosial bagi 100 peserta dengan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, dan pelaku usaha lokal.

Leontinus mengatakan penguatan kemampuan pemasaran digital diperlukan agar akses pasar dapat dibangun secara berkelanjutan dan pelaku usaha memiliki lebih banyak saluran untuk menjangkau konsumen.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan. Pelaku usaha membutuhkan akses untuk berkembang. Tugas pemerintah adalah memastikan akses itu tersedia, terus dibuka, dan bisa dijangkau masyarakat di daerah,” kata dia.

Rangkaian kegiatan di Kabupaten Bogor juga mencakup kunjungan Menko PM ke sentra produksi sepatu di Ciomas untuk melihat proses produksi dan berdialog dengan perajin mengenai pengembangan produk serta perluasan pasar.