Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo menyatakan RRI Fest menjadi salah satu ruang temu masyarakat di berbagai daerah, sedangkan kolaborasi dengan Kemenko PM memberi ruang bagi produk UMKM untuk diperkenalkan kepada masyarakat dan memperluas jangkauan pemasaran.
Kemenko PM menempatkan Kabupaten Bogor sebagai salah satu lokasi program karena kawasan Ciomas memiliki sentra industri alas kaki.
Melalui rangkaian pemberdayaan, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga pendampingan serta akses pemasaran untuk mengembangkan usahanya.
Data Kementerian UMKM pada Juli 2026 menunjukkan jumlah UMKM berdasarkan Basis Data Tunggal UMKM (BDT-UMKM) per 31 Desember 2025 mencapai sekitar 30,2 juta unit usaha.
Dari jumlah tersebut, sebanyak sekitar 30,11 juta unit atau 99,70 persen merupakan usaha mikro, 73.828 usaha kecil, dan 15.313 usaha menengah.
Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Mei 2026 mencatat sektor UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menyerap 97 persen tenaga kerja, mencakup sekitar 60 persen investasi nasional, serta menyumbang 16 persen ekspor nonmigas.
Besarnya kontribusi tersebut membuat perluasan akses pasar menjadi salah satu faktor penting dalam penguatan dan pengembangan UMKM.