Bahkan, ujar dia, Menteri Kelautan dan Perikanan pernah menyampaikan perkiraan kerugian akibat pencurian ikan mencapai Rp250 triliun per tahun.
Kerugian itu lah yang menurut Zulkifli menjadi salah satu alasan penting untuk memperkuat kemampuan nelayan nasional dalam memanfaatkan sumber daya laut.
Untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, pemerintah mendorong penyediaan fasilitas pendukung usaha termasuk balai lelang ikan, pabrik es, penyimpanan berpendingin, stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan, serta akses pembiayaan dengan bunga KUR sebesar delapan persen.
Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan nilai tukar nelayan meningkat dari 103 menjadi 120 hingga 2027 sehingga pendapatan nelayan diharapkan semakin mampu menopang kebutuhan keluarga dan pengembangan usaha.