Kebijakan tersebut mencakup sejumlah instrumen, antara lain perdagangan karbon, pajak karbon dan pembayaran berbasis hasil (result-based payment).

Dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI Jakarta, Rabu (16/9), Presiden Prabowo Subianto telah meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan lahan tebu yang sudah ada seluas 2 juta hektare untuk diolah menjadi bioetanol untuk Program E20.

Tebu dipilih sebagai sumber bahan baku bioetanol karena jumlah lahannya yang dinilai paling memungkinkan apabila dibandingkan dengan lahan perkebunan jagung dan singkong.

Prabowo juga memerintahkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan industri untuk Program E20 tersebut.