NADIKABAR.COM β€” Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas menegaskan bahwa seluruh bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib dipasok oleh usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Saat berbicara dalam pembukaan pameran pertanian Agrinex di Jakarta, Jumat, Zulhas menekankan bahwa program strategis nasional tersebut harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat tingkat bawah.

"Semua yang terkait dengan pangan ini berhubungan langsung dengan UMKM. Untuk program Makan Bergizi Gratis, supplier-nya harus UMKM. Pertanian harus UMKM,” ujar Zulhas.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per Juli 2026, jumlah UMKM yang terhubung dalam ekosistem rantai pasok MBG baru mencakup 63.189 unit usaha. Padahal, saat ini sudah berdiri 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani hingga 57 juta orang penerima manfaat MBG.

Zulhas menyampaikan untuk mengonsolidasikan pasokan dari UMKM lokal tersebut, pemerintah menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di tingkat desa dan kelurahan sebagai wadah penampung sekaligus penyalur bantuan pemerintah.

β€œSehingga nanti UMKM akan di-manage di Koperasi Merah Putih per desa, per kelurahan,” tuturnya.

Guna memastikan UMKM lokal mampu memenuhi kebutuhan pasokan program MBG, Zulhas menyebut bahwa pemerintah memperkuat permodalan pelaku usaha dengan memangkas suku bunga kredit mikro Permodalan Nasional Madani atau PNM Mekaar menjadi maksimal 8 persen flat per tahun.

Penurunan suku bunga PNM Mekaar sebesar 8 persen tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 74 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kegiatan Subsidi Bunga/Subsidi Margin Kredit Perempuan Prasejahtera.

Meski demikian, kebijakan tersebut belum berlaku secara resmi karena masih dalam tahap finalisasi di Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), melalui perjanjian kerja sama (PKS) bersama PNM.