"Tapi yang merasa confident itu hanya 40%. Dari yang confident bahwa mereka mampu menjaga anak di ranah digital, perlu kita cek lagi berapa sebetulnya yang betul-betul mampu mendampingi anaknya di ranah digital," tambahnya.

Sementara itu, dari riset yang sama, 48 persen remaja menilai media sosial berdampak negatif bagi temannya. Untuk itu, platform yang ada diminta bisa membedakan mana anak atau bukan.

"48% remaja menilai media sosial berdampak negatif bagi teman seusia mereka. Dan orang tua yang menggunakan aplikasi parental control hanya 10,2%," ucapnya.

Dari data sejak Maret 2026, sejumlah platform media sosial sudah melaporkan melakukan penutupan akun anak-anak. Seperti X yang menutup 200 ribu lebih akun.