"Terkoneksi secara digital tidak otomatis menjadikan kita berdaya secara digital," katanya.

Menurutnya, Indonesia perlu bergerak dari pasar digital menjadi negara yang menciptakan nilai di dalamnya, dengan kemampuan mengembangkan dan mengendalikan teknologi, bukan hanya menggunakannya.

Dia mengajak peserta IYS yang diikuti peserta utama 160 pemuda terseleksi dari berbagai provinsi dan semua generasi muda bangsa, untuk memulai perubahan pengguna teknologi menjadi pencipta dampak.

Dia menekankan bahwa adopsi AI masif menuntut kepemimpinan yang berpusat pada manusia.