β€œHal ini membuka peluang untuk bertukar gagasan dan mengembangkan teknologi yang melayani serta melindungi manusia, bukan justru menjadi gangguan bagi kemanusiaan,” katanya.

Selain sektor teknologi digital, Meutya juga memetakan peluang kontribusi lulusan perguruan tinggi luar negeri turut tersedia di sektor energi berkelanjutan, pendidikan, dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, program pendampingan dan penguatan hubungan perguruan tinggi dengan industri dinilai krusial untuk mencetak talenta masa depan yang sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dalam forum yang mempertemukan para alumni dari perguruan tinggi di Australia tersebut, Meutya kemudian menyoroti kemitraan Indonesia dan Australia yang terus berkembang.

Hubungan bilateral yang kuat dinilai dapat menjadi landasan untuk memperluas kerja sama pengembangan teknologi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) antarkedua negara.

Meutya berpesan, jejaring internasional yang terbentuk dalam pendidikan memiliki peranan besar agar kontribusi yang diciptakan untuk masyarakat luas lebih berdampak nyata.