Ia mengenang perjalanan pendidikannya yang membawa dirinya sampai ke titik saat ini dipercaya memimpin kementerian yang berurusan dengan teknologi dan digitalisasi Indonesia.

Pada 1996, ia pernah mengikuti program foundation studies di Universitas New South Wales (UNSW) Australia. Dari situ ia melanjutkan langkahnya mendalami studi teknik manufaktur, dan berakhir lulus sebagai insinyur pada 2000 di salah satu perguruan tinggi bergengsi di Australia tersebut.

Dari studi itu, Meutya memutuskan kembali ke Indonesia mengambil karier sebagai jurnalis sebelum terjun ke dunia politik dan menjalani lebih dari satu dekade sebagai anggota parlemen. Kini ia dipercaya menjadi Menteri Komunikasi dan Digital.

Ia berharap agar dalam jejaring-jejaring alumni perguruan tinggi luar negeri, para lulusan tidak hanya berkumpul dan mengenang masa studinya saja, tetapi juga bisa menciptakan ruang pertukaran gagasan, kolaborasi lintas bidang, dan bahkan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan-persoalan Indonesia.

"Pada akhirnya, kita berharap alumni chapter tidak hanya menjadi wadah bagi kita untuk bertemu, tetapi juga menjadi ruang untuk berdiskusi dan memberikan kontribusi pemikiran. Saya yakin kita semua ingin memberikan kontribusi yang lebih besar," kata Meutya.