Selain itu, Meutya turut melakukan persetujuan perpanjangan masa pendampingan program digitalisasi dan pemanfaatan fasilitas teknologi di Kampung Kerapu dari semula delapan bulan menjadi satu tahun.
"Kami menyetujui perpanjangan masa pendampingan program digitalisasi dan pemanfaatan fasilitas teknologi ini, dari semula delapan bulan menjadi satu tahun," katanya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan teknologi digital tersebut membantu pembudidaya menjaga kesehatan ikan, menekan tingkat kematian, serta meningkatkan efisiensi operasional karena kondisi tambak dapat dipantau dan dikendalikan dari rumah.
"Melalui teknologi loT, ikan menjadi lebih sehat, tingkat kematian menurun, dan harga jual kerapu di tingkat pembudidaya bisa mencapai Rp130 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram," katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi modern juga mulai menarik minat generasi muda, selain diterapkan pada sektor perikanan tambak, inovasi teknologi digital cerdas berupa SmartGreenhouse juga dikembangkan secara khusus untuk mendukung para petani dalam budidaya melon premium di wilayahnya.