NADIKABAR.COM β€” Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI) Ferry Juliantono mengajak seluruh cabang organisasi tersebut memperkuat ekonomi umat melalui koperasi, pemberdayaan usaha dan bantuan sosial guna membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal serta kemiskinan.

β€œKami aktifkan seluruh cabang untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, serta menyelesaikan masalah warga yang miskin,” kata Ferry usai pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim Ke-42 di Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Ferry mengatakan kongres yang berlangsung pada 18-20 Oktober 2026 dengan tema Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati ini diharapkan menghasilkan keputusan strategis untuk memperkuat kemandirian umat sekaligus berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara.

Ia menjelaskan penguatan ekonomi umat diarahkan pada lima pilar, yakni ekonomi syariah, koperasi, zakat dan wakaf, ekologi dan keberlanjutan, serta kewirausahaan umat.

Pada sektor koperasi, SI mendorong pembentukan koperasi pendukung pesantren, koperasi pembiayaan syariah, serta koperasi berbasis masjid dan tempat ibadah agar masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap layanan ekonomi dan pembiayaan.

Sementara itu, pengelolaan zakat dan wakaf akan diarahkan lebih produktif, sedangkan penguatan ekonomi syariah dilakukan melalui peningkatan literasi, perluasan inklusi keuangan dan penyediaan akses permodalan bagi pengusaha Muslim.

Ferry menilai potensi umat Islam di Indonesia dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional apabila didukung kelembagaan yang kuat dan upaya pemberdayaan yang berkelanjutan.

Hal itu sesuai semangat awal SI yang tumbuh dari gerakan perdagangan menjadi organisasi ekonomi sekaligus pergerakan kebangsaan.

β€œRangkaian kegiatan kongres akan melahirkan keputusan strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi umat Islam di Indonesia, melainkan juga berkontribusi bagi kepentingan bangsa, negara, serta umat secara global,” ujarnya.

Presiden SI Hamdan Zoelva mengatakan Surabaya dipilih sebagai lokasi kongres untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan organisasi yang pernah menggelar kongres pertamanya di kota tersebut pada Januari 1913 dengan kehadiran sekitar 15.000 orang.

Hamdan menegaskan semangat kemandirian ekonomi yang diwariskan para pendiri SI perlu diwujudkan melalui penguatan koperasi sebagai instrumen solidaritas dan kesejahteraan bersama, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan.

"Koperasi bukan sekadar usaha mencari untung, melainkan wujud solidaritas. Inilah yang kita kembangkan kembali saat ini," ujarnya.