NADIKABAR.COM — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan induk-induk koperasi akan mengambil alih kembali KB Bank, yang sebelumnya didirikan sebagai Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) dan kini dikendalikan pemegang saham asal Korea Selatan.

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) akan kita ambil alih lagi," kata Ferry dalam diskusi publik Pra Kongres Nasional Syarikat Islam di Jakarta, Senin.

Namun, dia tidak menyebutkan besaran saham yang akan dibeli, induk koperasi yang akan melakukan pembelian, sumber dana untuk akuisisi, maupun target waktu pengambilalihan KB Bank tersebut.

Ferry mengatakan Bukopin pada awalnya didirikan oleh induk-induk koperasi untuk melayani kepentingan gerakan koperasi di Indonesia.

Namun, seiring perkembangan kepemilikan, saham induk koperasi mengalami dilusi hingga porsi kepemilikannya semakin kecil dan kemudian digantikan pemegang saham lain.

"Karena dulu Bukopin didirikan oleh induk-induk koperasi, tapi dibiarkan terdelusi saham induk koperasi itu mengecil, tergantikan dan sekarang prioritas pemegang sahamnya dikuasai oleh Kookmin Korea," ujarnya.

Ferry mengatakan pihaknya baru memperoleh informasi mengenai kesempatan untuk membeli kembali Bank Bukopin agar dapat diambil alih oleh induk-induk koperasi dari gerakan koperasi.

Bukopin didirikan pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia dan mulai beroperasi sebagai bank umum koperasi pada 1971. Pada 1993, status badan hukumnya berubah dari koperasi menjadi perseroan terbatas.

Pada 2021, Bank Bukopin resmi berganti nama menjadi PT Bank KB Bukopin Tbk setelah diakuisisi oleh KB Kookmin Bank yang menjadi pemegang saham pengendali KB Bank dengan total saham sebesar 67 persen.

Ferry mengatakan rencana pengambilalihan kembali KB Bank yang merupakan eks Bukopin itu akan menjadi kekuatan baru bagi gerakan koperasi nasional.

"Kita akan buktikan koperasi akan bisa kuat dan besar lagi," kata Ferry.