Dengan demikian, kata dia, tahun ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh para inventor, lembaga peneliti, maupun lembaga riset yang mengalami kekurangan pembiayaan.

"Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur dia.

Supratman menjelaskan, 35 kementerian/lembaga nantinya akan bekerja sama guna menciptakan ekosistem di bidang sains dan teknologi.

Ia mengungkapkan, salah satu bentuk kerja sama dimaksud, yakni pembagian antara riset dasar, riset aplikasi, dan riset pengembangan, yang harus benar-benar dilakukan serta tidak boleh terkonsentrasi ke berbagai macam lembaga riset.