Arrmanatha mencontohkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang bergerak cepat, sementara tata kelolanya belum mampu mengimbangi kecepatan kemajuan teknologi.

Kesenjangan tersebut berisiko membagi dunia menjadi dua golongan, yakni kelompok dengan kemampuan menentukan arah perkembangan AI serta kelompok yang hanya menerima dampaknya.

Oleh karena itu, Arrmanatha menegaskan negara-negara Global South atau negara-negara berkembang harus dilibatkan dalam meja perundingan agar tidak menjadi pihak yang diperdagangkan.

"Negara-negara Global South atau negara-negara berkembang harus duduk di meja perundingan. Sebab, seperti yang sering dikatakan, jika kita tidak berada di meja perundingan, maka kita justru akan menjadi pihak yang diperdagangkan," ucapnya.