NADIKABAR.COM — Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Moldova Mihai Popsoi menyebut penggabungan negaranya ke Rumania terus berlanjut melalui pembangunan jalan bersama dan integrasi sistem energi kedua negara.
"Harus dipahami bahwa proses unifikasi ini sudah berlangsung. Jalan raya 'Unifikasi' tengah dibangun, jembatan-jembatan akan dibangun di sepanjang Sungai Prut. Interkoneksi energi, dan proyek-proyek infrastruktur lain secara pragmatis semakin mendekatkan kedua sisi Sungai Prut," kata Popsoi kepada televisi TVR Moldova TV, Sabtu (7/11).
Popsoi mengatakan masyarakat Moldova selalu bersikap terbuka terhadap gagasan soal unifikasi.
Dia juga menyebut bahwa proyek-proyek konkret untuk mendekatkan kedua sisi Sungai Prut lebih efektif dalam meyakinkan warga akan manfaat upaya semacam itu daripada perdebatan politik semata.
Meski demikian, Moldova mengakui tidak dapat memberikan jadwal waktu yang tepat untuk mewujudkan penyatuan Moldova dan Rumania.
Sementara itu, pihak oposisi Moldova meyakini Rumania sedang mempersiapkan “aneksasi teritorial” terhadap republik tersebut.
Mantan presiden Igor Dodon, misalnya, menyebut siapapun yang mendukung gagasan unifikasi di Chisinau sebagai pengkhianat terhadap kepentingan nasional.
Senada akan hal itu, presiden ketiga Moldova Vladimir Voronin menyebut unifikasi Moldova ke Rumania di masa lalu, tepatnya pada periode 1918-1940, justru menjadi penjajahan brutal dan genosida terhadap rakyatnya.
Awal November lalu, Presiden Moldova Maia Sandu mengaku masih belum terbentuk dukungan publik yang cukup di Moldova untuk menggabungkan negaranya ke Rumania.
Menurut konstitusinya, Moldova adalah sebuah negara netral. Namun, sejak 2022, Chisinau terus menggenjot upaya integrasi dengan Uni Eropa dan Rumania.
Pada musim semi 2023, parlemen Moldova setuju menyebut bahasa nasional mereka sebagai "Bahasa Rumania" di seluruh naskah legal dan regulasi.
Penerjemah: Nabil Ihsan