NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir mengapresiasi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres atas perannya memimpin PBB selama hampir satu dasawarsa di tengah dinamika dan tantangan global yang begitu sulit.

“Pak Sekretaris Jenderal, Anda telah menakhodai PBB melalui masa-masanya yang paling sulit,” kata dia kepada Sekjen Guterres dalam pernyataan pers bersama usai agenda “Foreign Policy Circle Talks” di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Senin.

Menurut Menlu RI, Sekjen Guterres senantiasa mengingatkan komunitas internasional bahwa dialog tak boleh berhenti, bahkan “ketika dunia berhenti mendengarkan”.

Ia pun menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan, persahabatan, dan keberanian Antonio Guterres selama menjabat sebagai Sekjen PBB selama hampir satu dasawarsa terakhir.

Lebih lanjut, Arrmanatha menyampaikan kunjungan Guterres ke Indonesia adalah bentuk penghormatan sang Sekjen PBB kepada Indonesia serta perannya di tingkat global.

Menlu RI kemudian mengungkapkan bahwa Guterres mengaku kunjungan ini benar dilakukannya sebagai bentuk apresiasi atas komitmen kuat Indonesia terhadap kerja sama multilateral yang senantiasa ditunjukkan selama dia menjabat sebagai Sekjen PBB.

“Kunjungan tersebut juga merupakan bentuk pengakuan atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta peran aktif Indonesia di tingkat internasional,” tambahnya.

Ia berkata bahwa jelang menyelesaikan masa jabatnya di akhir tahun ini, sang Sekjen PBB akan melakukan kunjungan ke sejumlah negara pilihan dengan jumlah terbatas. Dengan demikian, Indonesia amat terhormat dapat menerima kunjungan Antonio Guterres kali ini.

“Kedatangan anda adalah untuk menghormati Indonesia. Hari ini, Indonesia memberi penghormatan bagi anda,” ucap Arrmanatha.

Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, Sekjen Guterres melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto, kemudian berkunjung ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan menyampaikan pidato soal multilateralisme di Kemlu RI.

Sementara itu, masa jabatan Antonio Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB akan berakhir pada 31 Desember 2026, dan Sekretaris Jenderal berikutnya akan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.

Sesuai Pasal 97 Piagam PBB, sekjen diangkat oleh Majelis Umum atas rekomendasi Dewan Keamanan.