Menurut Sugiono, setiap transformasi dan krisis yang terjadi di dunia, ada pelajaran yang tetap agar perdamaian dan kemakmuran dapat bertahan, serta multilateralisme harus beradaptasi dan memberi hasil nyata. Hal itu yang terjadi selama Indonesia berdiri berpuluh-puluh tahun.
"Karena multilateralisme yang gagal memberikan hasil nyata akan kehilangan kepercayaan masyarakat. Dan tanpa kepercayaan, multilateralisme tidak akan dapat bertahan. Membangun multilateralisme yang tangguh bermula dari bangsa yang tangguh. Hal ini dimulai dari dalam negeri sendiri. Dan Indonesia telah lama memahami hal ini selama berpuluh-puluh tahun," ujar Sugiono.
Di hadapan delegasi berbagai negara, Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa dengan lebih dari 280 juta penduduk, belajar tentang keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dihilangkan atau diatasi. Sugiono mengatakan keberagaman adalah sesuatu yang harus dikelola, dihormati, dan diubah menjadi kekuatan.