Sebanyak 19 di antaranya telah memiliki skema masuk melalui jalur kepabeanan atau duty-free. Kapasitas infrastruktur marina Indonesia juga masih relatif terbatas dibandingkan potensi pasar yang tersedia. Indonesia saat ini memiliki 10 marina dengan total 336 tempat berlabuh atau berths.
Sebagai perbandingan, Singapura yang memiliki wilayah jauh lebih kecil mempunyai lebih dari 1.200 berths. Sementara Malaysia dan Thailand masing-masing memiliki lebih dari 1.400 berths.
Kesenjangan antara besarnya potensi wisata bahari dan ketersediaan infrastruktur tersebut membuka ruang bagi investasi baru, terutama untuk pembangunan marina, penambahan kapasitas tempat berlabuh, serta pengembangan layanan pendukung industri yacht.
Peluang itu semakin besar karena fasilitas marina dan pelabuhan yacht saat ini masih banyak terkonsentrasi di wilayah barat dan tengah Indonesia. Sementara sejumlah destinasi diving dan snorkeling unggulan berada di kawasan timur Indonesia.
Oleh karena itu, pengembangan marina berstandar internasional di berbagai destinasi strategis dinilai penting untuk memperluas konektivitas wisata bahari, meningkatkan kapasitas berlabuh, memperkuat layanan bagi yacht, sekaligus membuka investasi baru di daerah.