“Melalui fashion diplomacy, kita dapat merayakan kekayaan identitas budaya masing-masing, memperkuat saling pengertian, serta membangun persahabatan yang berkelanjutan,” tutur dia.
Semangat inilah, lanjut Widiyanti, yang melandasi peluncuran “Sea Waves Initiative”, berupa sebuah pameran yang merayakan kekayaan tradisi wastra dan kebaya Asia Tenggara di Museum Nasional Indonesia.
Rangkaian inisiatif ini akan berlanjut melalui South East Asia (SEA) Fashion Parade pada 1 November mendatang, yang akan menghadirkan karya para desainer dari 6 negara Asia Tenggara.
“Kami memiliki aspirasi untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat mode Asia Tenggara atau Fashion Capital of Southeast Asia, tempat bertemu talenta-talenta kreatif dari berbagai negara di kawasan untuk berkarya dan berkolaborasi,” kata dia.
Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Jakarta Fashion Week menggagas sebuah program “Sea Waves Initiative” yang merupakan inisiatif diplomasi menghubungkan negara Asia Tenggara melalui fesyen, wastra, dan warisan budaya untuk memperkuat identitas kawasan di panggung global.